Senin, 13 Juni 2011

hidup sehat


Bagaimana Pengaruh Kafein Pada Kehamilan?

Bagaimana Pengaruh Kafein (kopi, teh, soft drink, dll) Pada Kehamilan?
Pendapat tentang apakah boleh minum
minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi selama kehamilan masih bertentangan. Satu pihak menyatakan anda tetap dapat menikmati minuman kafein anda selama anda hamil selama anda tidak menkonsumsi berlebihan. Dan ada beberapa penelitian menemukan bahawa wanita yang mengkonsumsi 300 mg kafein atau lebih dalam sehari, mempunyai resiko tinggi untuk mengalami keguguran. Dan konsumsi kafein yang tinggi akan meningkatkan kemungkinan kelahiran premature atau berat badan lahir rendah.

Walaupun penelitian tentang
minuman kafein ini belum mencapai titik kesimpulan untuk batasan berapa banyak yang dapat dikonsumsi, adalah lebih baik bagi ibu hamil untuk mengurangi konsumsi yang mengandung kafein(kopi, teh, soda, coklat atau kombinasinya) sampai 2 gelas sehari saja atau lebih baik menghindari minuman yang mengandung kafein ini.

Hal yang pasti mengapa sebaiknya anda menghindari minuman yang mengandung kafein ini selama kehamilan anda, karena:

• Kafein akan meningkatkan detak jantung dan metabolisme anda,

• Menyebabkan sulit tidur,

• Perasaan cemas,

• Sakit kepala.

• Merangsang cairan dalam lambung yang menimbulkan rasa panas atau perih (heartburn), Kafein bersifat diuretic sehingga anda akan lebih sering buang air kecil.

• Kafein menyebabkan anda kehilangan kalsium.

• Dan satu hal terpenting mengapa anda sebaiknya menghindari atau mengurangi teh/ kopi anda, karena kafein mereka mengandung phenol yang menyebabkan tubuh sulit untuk menyerap zat besi. Padahal kita tahu zat besi dibutuhkan tubuh anda apalagi selama kehamilan ini.


Jadi dari semua hal diatas kita dapat menilai bahwa tidak ada nilai nutrisi yang diberikan dari kafein ini buat kehamilan anda, bukan???

Makanan dan minuman apa saja yang mengandung kafein?

Kafein terdapat di kopi, teh, cola, coklat, minuman soft drink, juga terdapat pada beberapa obat-obatan untuk sakit kepala, flu, alergi.

Tentu saja jumlah kandungan kafein dalam kopi dan teh bervariasi luas, tergantung dari apakah bentuk instant, seduh, keras atau lemah kandugannya.

Setelah kita mempelajari bahwa tidak ada nilai nutrisi yang diberikan makanan atau minuman yang mengandung kafein ini yang terbaik adalah anda menganti semua keinginan untuk minum kopi atau teh anda ke makanan dan minuman lain yang memang mempunyai nilai nutrisi buat anda dan bayi anda. Seperti merubah kebiasaan anda ke minuman yang bernutrisi seperti jus buah, air putih dan susu.

Ini peringatan untuk para ibu pecandu kopi dan teh. Jika anda merencanakan hamil, sebaiknya anda mulai menghentikan kebiasaan minum kopi, teh atau makan coklat jauh-jauh hari. Soalnya, menghentikan konsumsi minuman atau makanan yang mempunyai efek ketergantungan meski sangat kecil, akan sulit jika dilakukan mendadak.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dengan jumlah sedang tidak mengganggu anda atau bayi anda selama kehamilan. Berapa jumlahnya? Tidak lebih dari 300 mg kafein. Ini setara dengan kira-kira dari 3 cangkir kopi. Yang patut juga diperhatikan, banyak makanan dan minuman juga mengandung kafein. Jadi, hitunglah dengan cermat.
Dampak Kafein
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang akibatnya dapat terjadi stres yang mengganggu perkembangan janin. Kafein dapat juga menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan lekas marah.
Dampak Kafein Pada Bayi
Kafein berdampak pada janin karena kafein dapat menyeberang plasenta dan dapat masuk ke dalam sirkulasi janin. Dampaknya yaitu keguguran. Sebuah penelitian menemukan bahwa sedikitnya dua cangkir setiap hari dapat berisiko keguguran dua kali lipat. Sebuah studi oleh McGill Universitas Montreal menunjukkan hubungan antara konsumsi kafein dan keguguran.
Berat lahir rendah. Banyak peneliti mengatakan minum kafein dosis tinggi dapat menyebabkan berat bayi lahir lebih rendah. Sebuah studi di Yugoslavia, membandingkan berat bayi baru lahir antara ibu yang mengonsumsi 71-140 mg kafein dengan ibu yang mengkonsumsi kafein 0-10 mg. Ibu yang mengonsumsi 71-140 mg memberikan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain.
Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Menurut laporan dalam arsip penyakit pada anak-anak, ibu hamil yang minum lebih dari empat cangkir kopi setiap hari dapat menyebabkan SIDS (sudden infant death syndrome). Menurut Dr AI Steinschneider, kafein dapat mengganggu sistem pernapasan bayi yang dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada bayi baru lahir dapat mengalami sistem pernapasan yang rentan terhadap infeksi dan stress.
Detak jantung (heart rate) meningkat. Kafein juga dihubungkan dengan detak jantung yang tidak normal pada bayi baru lahir. Pamela Schuetze dan Philip Zeskind menguji hubungan antara konsumsi kafein dengan detak jantung. Mereka menemukan jumlah intake konsumsi kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan rata-rata detak jantung yang juga lebih tinggi.
Alasan Menghindari Kafein.
Kafein Memiliki Efek Diuretik. Kafein dapat mengambil cairan dan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk kesehatan janin dan ibu hamil. Kafein bukan vitamin atau mineral. Ketika anda mulai minum kopi dan teh, kafein cenderung akan merusak selera makan anda untuk mengkonsumsi makanan lain yang bergizi.
Rangsangan dari kafein dapat menyebabkan ibu tidak bisa istirahat dan tidur yang cukup. Kafein juga turut campur dalam penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebanyak 40 persen, dimana yang mana zat besi ini diperlukan baik ibu maupun bayi. Ujung-ujungnya, kafein dapat menyebabkan pernapasan yang cepat, tremor, dapat berkembang menjadi penyakit diabetes di kehidupan selanjutnya. Dampak lain ukuran kepala janin lebih kecil dan bayi lahir prematur. (cy)
Kafein mrpakn salah satu zat yg dignakn org dalm obat maupun dalam makanan seharri2 yang bisa didapatkan dgn mudah misalx pada kopi, coklat,teh maupun soft-drink, repotnya, kafein didalam berbagai makanan dan minuman itu
sekalipun tidak dianggap sebagi obat, tetapi dapat mempengaruhi / meningkatkan denyut
jantung. Dengan dosis tinggi, kafein dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, dan
rasa berdebar-debar.
Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan ibu dan
janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin ini akan mengurangi aliran darah ke rahim,
sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin pula. Rata-rata orang di Amerika
mengkonsumsi 206 sampai 210 miligram kafein setiap harinya atau sekitar 1,5 cangkir kopi.
Sementara wanita hamil di sana rata-rata mendapatkan 144 mg kopi setiap harinya. Kafein
yang diminum oleh ibu hamil itu, tidak hanya dapat melintasi plasenta dan memasuki aliran
darah janin. Hal ini terjadi antara lain karena hati pada janin belum mampu memproses kafein
secepat ibunya, sehingga kafein itu akan tinggal di sistem peredaran darah janin dalam waktu
yang lebih lama.





BAB I
PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG
                 Kafein merupakan salah satu zat yang digunakan org dalam obat maupun  dalam  makanan sehari-hari yang bisa didapatkan dengan mudah misalnya  pada kopi, coklat, teh  maupun soft-drink. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang akibatnya dapat terjadi stres yang mengganggu perkembangan janin. Kafein dapat juga menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan lekas marah. Kafein berdampak juga pada janin karena kafein dapat menyeberang plasenta dan dapat masuk ke dalam sirkulasi janin karena hati pada janin belum mampu memproses kafein
secepat  ibunya, sehingga kafein itu akan  tinggal di sistem peredaran darah janin dalam waktu
yang lebih lama, dam
paknya yaitu keguguran, Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR),dan lahir bayi prematur. Sebuah penelitian menemukan bahwa sedikitnya dua cangkir setiap hari dapat berisiko keguguran dua kali lipat(penelitian yang dilakukan oleh McGill dari Universitas Montreal). Menurut Dr AI Steinschneider, kafein dapat mengganggu sistem pernapasan bayi yang dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada bayi baru lahir dapat mengalami sistem pernapasan yang rentan terhadap infeksi dan stress
                 Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan ibu-ibu hamil mengkonsumsi kafein tanpa mengetahui akibat terhadap janin yang dikandungnya. Tetapi ada juga ibu hamil yang mengkonsumsi kafein karena merupakan suatu kebutuhan. Satu pihak menyatakan ibu tetap dapat menikmati minuman kafein selama  hamil, selama tidak menkonsumsi kafein yang berlebihan.


                 Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dengan jumlah sedang tidak mengganggu ibu atau bayi selama kehamilan. Rata-rata orang di Amerika mengkonsumsi 206 sampai 210 miligram kafein setiap harinya atau sekitar 1,5 cangkir kopi. Sementara wanita hamil di sana rata-rata mendapatkan 144 mg kopi setiap harinya. Banyak peneliti mengatakan konsumsi kafein dosis tinggi dapat menyebabkan berat bayi lahir lebih rendah. Sebuah studi di Yugoslavia, membandingkan berat bayi baru lahir antara ibu yang mengonsumsi 71-140 mg kafein dengan ibu yang mengkonsumsi kafein 0-10 mg. Ibu yang mengonsumsi 71-140 mg memberikan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain.
Setelah kita mempelajari bahwa tidak ada nilai nutrisi yang diberikan makanan atau minuman yang mengandung kafein sebagai seorang tenaga kesehatan menjelaskan tentang efek samping dari kafein dan menganjurkan ibu sebaiknya ibu mengganti semua keinginan mengkonsumsi kafein ke makanan dan minuman lain yang memang mempunyai nilai nutrisi buat ibu dan bayi, seperti jus buah, air putih dan susu.


1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah pengaruh mengkonsumsi kafein pada ibu hamil?”
1.3 TUJUAN PENELITIAN
1.    TUJUAN UMUM
Untuk mengetahui pengaruh kafein terhadap kehamilan
2.    TUJUAN KHUSUS
a.    Untuk mengetahui pengaruh kafein dan dampaknya pada ibu.
b.    Untuk mengetahui pengaruh kafein dan dampaknya pada janin.



1.4 MANFAAT PENELITIAN
1.    Bagi peneliti
Untuk menambah wawsan dan pengetahuan bagi peniliti mengenai pengaruh kafein terhadap kehamilan.
2.    Bagi institusi
Untuk menambah bahan atau referensi di perpustakaan.